Roof To Floor (RTF), perusahaan yang menaungi brand atap UPVC DR.SHIELD kembali mencatat jejak dalam proyek infrastruktur publik. RTF turut ambil bagian dalam proyek renovasi atap Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Wonorejo, Surabaya. Sebuah fasilitas hunian milik pemerintah yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Proyek ini mencakup area pemasangan seluas kurang lebih 700 meter persegi dan menggunakan lini produk DR.SHIELD Twin Wall RF 1065 ASA Red sebagai material atap utama. Pemilihan produk ini tidak dilakukan tanpa pertimbangan. Project Manager Rusunawa Wonorejo mengungkapkan bahwa proses seleksi material telah melalui evaluasi menyeluruh terhadap beberapa merek atap UPVC yang tersedia di pasaran.
“Kami mempertimbangkan banyak merek, tapi akhirnya jatuh ke DR.SHIELD karena kualitasnya sudah terbukti dan spesifikasinya sesuai dengan RKS yang ditetapkan Pemerintah Kota Surabaya,” ungkap Project Manager Rusunawa Wonorejo.

Atap Rusun Wonorejo Surabaya
Memenuhi Standar Teknis Pemerintah
Salah satu aspek krusial dalam proyek fasilitas publik adalah kepatuhan terhadap Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) yang ditetapkan oleh instansi pemerintah terkait. Dalam hal ini, spesifikasi atap UPVC DR.SHIELD dinyatakan telah memenuhi standar teknis yang dipersyaratkan oleh Pemerintah Kota Surabaya, sebuah poin penting yang menjadi salah satu faktor penentu dalam proses pengadaan material.
Kepercayaan pemerintah daerah terhadap produk lokal seperti DR.SHIELD mencerminkan bahwa standar kualitas yang dimiliki brand ini telah berada pada level yang dapat bersaing secara kompetitif di segmen proyek pemerintah.
Tantangan Pengerjaan di Hunian Aktif
Salah satu kompleksitas utama dalam proyek ini adalah kondisi lokasi yang masih berpenghuni secara aktif. Pengerjaan renovasi atap tidak bisa dilakukan secara masif dan serentak, melainkan harus dirancang secara bertahap agar tidak mengganggu kenyamanan warga rusun yang beraktivitas sehari-hari.
Project Manager menjelaskan bahwa pihaknya melakukan koordinasi intensif dengan pengelola rusun serta sosialisasi langsung kepada warga sebelum setiap tahap pengerjaan dimulai.
“Tantangannya memang di sana, penghuni masih ada, jadi kami harus kerja dengan sistem blok per blok. Tapi justru di situ manajemennya diuji,” tuturnya.
Proses pemasangan sendiri berlangsung selama sekitar dua hingga tiga minggu. Selama periode tersebut, tim di lapangan menyampaikan bahwa instalasi berjalan relatif lancar tanpa ditemukan kendala kebocoran pada unit yang telah selesai dipasangi atap baru.

Project Manager Rusun Wonorejo
Keamanan Kerja dan Ketahanan terhadap Angin
Mengingat lokasi pemasangan berada di area bangunan bertingkat, aspek keselamatan kerja (K3) menjadi prioritas yang tidak bisa dikesampingkan. Tim pemasang menyebut bahwa material DR.SHIELD memberikan permukaan yang cukup aman saat diinjak selama proses instalasi, sebuah pertimbangan teknis yang kerap diabaikan namun relevan dalam konteks keselamatan pekerja.
Selain itu, ketahanan terhadap terpaan angin menjadi perhatian tersendiri, mengingat posisi bangunan rusun yang memiliki eksposur angin lebih besar dibanding bangunan satu lantai. Penggunaan aksesoris Roof Seal Set bawaan dari DR.SHIELD diklaim mampu meminimalisir risiko atap terangkat akibat angin kencang apabila dipasang sesuai prosedur teknis yang direkomendasikan.
RTF: Dari Pasar Ritel ke Fasilitas Publik
Keterlibatan DR.SHIELD dalam proyek Rusunawa Wonorejo bukan sekadar pencapaian penjualan semata. Bagi Roof To Floor sebagai perusahaan induk, proyek semacam ini merepresentasikan kepercayaan institusional. Bahwa brand yang dikembangkan telah melewati ambang batas sekadar produk komersial dan mulai masuk ke ekosistem pengadaan publik.
“Tingkat kepuasan kami terhadap performa atap ini cukup tinggi. Tidak ada komplain dari penghuni soal kebocoran, dan prosesnya berjalan sesuai rencana,” pungkas Project Manager Rusunawa Wonorejo.
Dengan rekam jejak seperti ini, Roof To Floor menegaskan posisinya sebagai pelaku industri material bangunan yang tidak hanya hadir di segmen konsumen akhir, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan proyek-proyek infrastruktur yang diinisiasi oleh pemerintah.