
pelatihan pemasangan atap UPVC DR.SHIELD
SURABAYA (22/08) – Dalam upaya mendukung standarisasi pembangunan hunian yang aman dan berkualitas, PT Ragam Tangguh Fortindo (RTF) sukses menyelenggarakan agenda Pelatihan Pemasangan Atap UPVC DR.SHIELD bagi para personel Satuan Tugas (Satgas) Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya. Kegiatan yang berlangsung pada 12 dan 14 Agustus 2025 ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara PT Ragam Tangguh Fortindo, Pemerintah Kota Surabaya, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Pelatihan yang dipusatkan di Fakultas Vokasi Teknik Infrastruktur Sipil ITS ini diikuti oleh 64 peserta. Program ini dirancang untuk mengintegrasikan pemahaman teoritis mengenai material bangunan dengan praktik lapangan yang sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).
Sinergi Tiga Pilar untuk Kualitas Hunian
Sebagai perusahaan yang menaungi brand atap UPVC DR.SHIELD, PT RTF menyadari bahwa kualitas produk yang unggul harus dibarengi dengan keahlian pemasangan yang tepat. Ismet Jumeidy Papeo, S.T., M.M., selaku Ketua Tim Kerja Bidang PKP DPRKPP Kota Surabaya, memberikan apresiasi atas inisiatif ini. Menurutnya, kolaborasi antara industri, pemerintah, dan akademisi sangat krusial untuk memastikan hunian di Surabaya memenuhi standar keamanan dan kenyamanan.
“Kolaborasi seperti ini menjadi wadah pertukaran ilmu yang efektif. Kami berharap pelatihan ini mampu meningkatkan kemampuan teknis para satgas di lapangan,” ujar Ismet.
Hal senada disampaikan oleh Deisy Puspitarini, S.T., M.T., Kepala Bidang DPRKPP Surabaya. Ia menjelaskan bahwa pelatihan ini selaras dengan visi Walikota Surabaya mengenai semangat gotong royong antar pemangku kepentingan (stakeholders). “Melalui program CSR dari DR.SHIELD, kita memberikan dampak nyata bagi kemajuan kota dengan mencetak tenaga terampil dalam pemasangan atap UPVC yang tepat,” tambahnya.
Fokus pada Standarisasi dan Keselamatan Kerja

praktek pemasangan atap UPVC DR.SHIELD
Dalam sesi teknis, Ir. Akhmad Yusuf Zuhdy dari Departemen Teknik Infrastruktur Sipil ITS menekankan pentingnya kepatuhan terhadap standar konstruksi. Para peserta tidak hanya diajarkan cara memasang, tetapi juga diedukasi mengenai aspek keselamatan kerja dan spesifikasi struktural, seperti jarak minimal pemasangan rangka. “Jadi pelatihan dan praktek ini tujuannya untuk memberikan dan menambah skill Satgas dalam pemasangan atap UPVC yang tepat. Kita bekerja sama dengan ITS sebagai penyedia tempat dan tenaga pengajar, kemudian kita juga mengajak progam CSR dari DR.SHIELD, ini merupakan kolaborasi nyata dan bisa bermanfaat bagi semuanya.” imbuhnya.
Fenny Christine, Manager Sales & Marketing PT Ragam Tangguh Fortindo, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari visi besar korporasi untuk mencetak teknisi handal di sektor perumahan. “Kami berkomitmen untuk terus mengedukasi para aplikator. Sangat penting bagi mereka untuk memahami karakteristik produk secara mendalam, mulai dari tipe Twin Wall, Single Wall, hingga Roof Tile, karena masing-masing memiliki teknik pemasangan yang berbeda,” jelas Fenny.
Inovasi Berkelanjutan untuk Kebutuhan Pasar
Respons positif juga datang dari Bakri, salah satu personel Satgas yang menjadi peserta pelatihan. Ia mengaku mendapatkan wawasan baru mengenai spesifikasi material atap UPVC serta teknik instalasi yang lebih efektif. “Saya sangat mengapresiasi kualitas produk DR.SHIELD dan materi yang disampaikan oleh para instruktur. Pelatihan ini membantu kami memahami cara penanganan produk yang benar, sehingga ke depannya kami dapat memberikan hasil kerja yang lebih baik dan berkualitas bagi masyarakat,” ujar Bakri.
Menutup rangkaian kegiatan, manajemen PT Ragam Tangguh Fortindo menyampaikan bahwa edukasi pasar akan terus dilakukan sejalan dengan inovasi produk yang tengah dikembangkan perusahaan. Tidak hanya fokus pada produk atap, PT Ragam Tangguh Fortindo kini merambah ke kebutuhan interior seperti plafon, dekorasi dinding, hingga lantai untuk memenuhi permintaan pasar yang semakin beragam dan berkualitas.